Paslen.com – Puasa adalah suatu amalan ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari segala sesuatu seperti makan, minum, perbuatan buruk maupun dari yang membatalkan puasa, mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Ibadah puasa di Indonesia dijalani selama kurang lebih 13 jam. Bulan Ramadhan menjadi satu di antara momen yang tepat bagi umat muslim berlomba-lomba mendapatkan pahala.

Untuk kamu pasleners yang belum tahu manfaat dari puasa inilah ulasan manfaat puasa di bulan ramadan bagi kesehatan tubuh. Sebentar lagi umat muslim di seluruh dunia akan menyambut bulan suci Ramadhan. Salah satu tuntutan wajib yang harus dilakukan adalah berpuasa Ramadhan. Tapi tahukah Anda jika ternyata ada manfaat puasa ramadhan selain untuk ibadah?

Sebagaimana diketahui, puasa mengajarkan umat muslim untuk menahan napsu dan melakukan banyak kebaikan di bulan yang suci ini. Sebab, selama bulan puasa, seluruh setan penghuni neraka dikunci agar tidak mengganggu manusia. Tentunya kesempatan ini tak ingin dilewatkan oleh seluruh umat muslim untuk berlomba mencari pahala.

Nah, selain mendapatkan pahala, puasa juga memiliki manfaat untuk kesehatan lho. Berikut manfaat puasa Ramadhan yang perlu Anda ketahui.

Meningkatkan Fungsi Otak

Berpuasa dapat meningkatkan fungsi otak secara menyeluruh. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Amerika Serikat mengatakan bahwa selama puasa, faktor neurotropik pada otak bekerja maksimal. Selain itu, hal ini memicu tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel yang dibutuhkan untuk otak. Sehingga, fungsi otak pun bisa dirasakan secara optimal. Tak hanya itu, kelenjar adrenal juga lebih sedikit memproduksi kortisol yang fungsinya untuk menurunkan stres.

Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Selama puasa, tubuh dipaksa untuk menahan lapar dan haus. Ternyata, rutinitas ini dapat membantu kita untuk detox makanan yang tidak sehat secara alami. Sebab, kita akan lebih sedikit mengonsumsi makanan atu minuman manis dan berlemak yang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Selain itu, dengan puasa, mereka yang merokok juga menjadi jarang merokok.

Jika dilakukan dengan baik dan benar, tubuh akan menyesuaikan diri untuk mengurangi keinginan menyantap makanan tidak sehat dan berhenti merokok. Bahkan hal ini diungkapkan oleh National Health Service yang mengatakan bahwa kebiasaan berpuasa dapat menghentikan kecanduan rokok.

Menurunkan Kolesterol

Tak sedikit orang yang berhasil menurunkan berat badan karena berpuasa. Tak hanya itu, kolesterol jahat pun juga bisa menurun drastis apabila berpuasa selama sebulan penuh.

Hal ini bisa membuat jantung menjadi lebih sehat. Selain itu, kolesterol rendah juga bisa mengurangi risiko serangan jantung maupun stroke.

Detoks

Tanpa di sadari, selama berpuasa tubuh akan mendetoksifikasi sistem pencernaan dan membuang racun-racun dalam tubuh. Ketika berbuka puasa, makanan yang disantap akan berubah menjadi energi dan membantu sistem pencernaan lebih baik. Sebaliknya, ketika seseorang tidak berpuasa, cenderung tidak menjaga pola makan sehingga makanan yang disantap berubah menjadi lemak dan menyebabkan obesitas.

Tubuh Menyerap Nutrisi Lebih Baik

Metabolisme tubuh akan meningkat dan lebih mudah menyerap nutrisi saat berpuasa. Hal ini karena puasa meningkatkan hormon adiponektin yang memudahkan otot menyerap lebih banyak nutrisi dari makanan.

Berpuasa membantu tubuh mengurangi lemak atau ketosis. Ketosis membantu tubuh membakar cadangan lemak. Pembakaran lemak menjadi energi, membantu mengurangi berat badan dan tingkat kolesterol sehingga berdampak baik untuk pengendalian diabetes dan tekanan darah.

Dalam penelitian Department of Internal Medicine IV, University of Vienna, Austria, menyatakan bahwa puasa jangka pendek secara signifikan dapat meningkatkan metabolisme dengan meningkatkan kadar neurotransmitter norepinefrin, yang dapat meningkatkan penurunan berat badan.

Menyehatkan Jantung

Sebuah penelitian menyatakan bahwa yang berpuasa minimal sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung, dibandingkan mereka yang tidak menjalani puasa. Puasa dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Hal ini dapat menurunkan penyakit jantung koroner dan diabetes.

Baca Juga

Inilah Amalan Utama di Bulan Suci Ramadan

Shares