Sudah ini, lini masa kita dipenuhi oleh ketakutan yang seragam: ketakutan bahwa kita, umat manusia yang fana dan penuh dosa ini, bakal digantikan oleh kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI).
Banyak orang panik. Konon, penulis artikel bakal digantikan ChatGPT, desainer grafis bakal gulung tikar gara-gara Midjourney, dan programmer bakal didepak oleh GitHub Copilot. Di tongkrongan, obrolan bergeser dari “besok makan apa” menjadi “besok kita kerja apa kalau semuanya sudah diambil alih robot?”
