Hujan di Ujung Bulan Desember

  • Share

Pagi dan rintik air hujan menemaniku, aku dan motor ku melaju dari kota asri ke ujung kota manis.  Sepanjang perjalanan…. rintiknya air hujan jatuh menghujam wajah ku yaaa…lumayan sakit, kututup kaca helem ku, namun malah tak terlihat oleh embun yang terjatuh ke kaca helmku yang sudah usang, sesekali ku basuh kaca helemku dengan tangan , agar pandanganku selalu terlihat jelas.

Perjalanan masih jauh , rintik hujan makin besar kini tetesannya tepat mengenai jerawat ku yang sedang malu malunya. Jerawatku ini memang sering muncul ketika aku terlalu intens dengan jalanan , ya aku bepikir sih apa karena banyaknya debu dijalanan? “Tapi aku selalu membasuhi wajahku selepas dari perjalanan yang aku tempuh, mau jauh ataupun dekat”

Kadang aku berpikir apakah jerawatku ini jerawat rindu? “ Tapi kalo jerawat rindu tak sebanyak ini !, Dan lagian tak ada seorang yang kurindukan di bulan pengunjung tahun ini, hmppttt dingin sekali hatiku”

Ataukah rintik air hujan menyirami wajahku? “Apakah mungkin jerawat ku yang berkembang biak dan tumbuh baik di area pipi kiri dan kanan ku yang luasnya tidak sampai hektaran terkena siraman hujan pagi dan sore, Mungkin saja begitu pikirku sambil ketawa pelan ”

Hujan diujung Desember dan rintik air hujan , bukan penyebab jerawat ku tumbuh baik di lahan pipiku. Jerawat merah dan sedang malu malunya memang suka tumbuh subur begitu saja.

Kini aku suka menggunakan skin care, udah sih itu aja wkwkwk

Dan soal hatiku yang dingin dan belum ada yang kurindukan di ujung bulan desember , kini tiap pagi dan malam sering aku siram dengan siraman rohani dari ustd.hanan ataki dan kang boni.

Udah sih gitu ajah, untuk kamu wanita yang aku kagumi lihat hati aku….., Jagan jerawat aku!!!

#cugu

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *