Permasalahan dan Perbaikan Konfigurasi VLAN (Administrasi Infrastruktur Jaringan – AIJ)

Paslen.com – Hallo pasleners bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu dalam keadaan sehat, bahagia dan dimudahkan segala urusannya. Pada kesempatan ini kami akan membagikan materi tentang Permasalahan dan Perbaikan Konfigurasi VLAN pada mata pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Mudah-mudahan dengan materi yang kami sajikan ini bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran dan pengetahuan serta bisa pasleners coba praktikkan sendiri.

Dalam melakukan perbaikan konfigurasi VLAN tentu kita harus dapat mengetahui permasalahan VLAN tersebut antara lain sebagai berikut:

A. Prosedur dan Teknik Pemeriksaan Permasalahan pada VLAN

  1. Permasalahan VLAN
    Meskipun terbilang andal, namun tetap saja sering terjadi masalah pada jaringan LAN yang disebabkan oleh perangkat switch yang dipakai. Permasalahan yang timbul, gejalanya bisa begitu membingungkan seperti di bawah ini:
    • 1) Aplikasi yang menggunakan model client server tidak bisa berjalan normal pada beberapa komputer dari total komputer yang ada.
    • 2) Ping antar host menghasilkan reply time yang besar atau sama sekali tidak reply, namun indicator led pada NIC normal, sama sekali tidak menunjukkan gejala yang aneh.
    • 3) Komputer atau beberapa host pada jaringan tidak bisa mendapatkan IP secara dynamic.
    • 4) File sharing sering tidak bisa jalan meskipun hasil tes koneksi ping normal.
    • 5) Semua koneksi menjadi terputus secara tiba-tiba tanpa ada perubahan sama sekali yang dilakukan oleh administrator jaringan.
      Masalah di atas selain disebabkan oleh faktor lain bisa juga disebabkan oleh faktor switch, biasanya persentasenya sekitar 75%. Berikut ini adalah berbagai jenis masalah pada switch yang berdampak pada jaringan komputer antara lain:
    • 1) Port switch rusak
      Kerusakan pada port switch biasanya disebabkan oleh seringnya terjadi hubungan pendek pada kabel data atau konektor kabel yang tidak bagus. Arus bocor akibat grounding listrik yang kurang baik juga bisa menyebabkan persoalan pada switch.
    • 2) Switch sering hang
      Switch yang sering hang lebih disebabkan oleh adanya arus bocor. Tingginya lalu lintas data yang lewat di switch secara konstan dalam kurun waktu yang lama juga dapat menyebabkan hang-nya switch. Masa pakai switch yang sudah cukup lamapun menjadi penyebab switch sering hang dan menunjukkan gejala yang aneh.
    • 3) Tidak berfungsinya fitur-fitur pada switch
      Sering switch tiba-tiba tanpa sebab mengalami gagal berfungsinya fitur-fitur penting seperti VLAN dan juga fungsi redudansi. Fungi redudansi yang gagal menyebabkan terjadinya looping pada switch. Sementara itu, gagal berfungsinya fitur VLAN menyebabkan semua sistem menjadi kacau, segment LAN berbeda yang awalnya bisa saling berkomunikasi menjadi tidak bisa berkomunikasi, sistem keamanan menjadi rentan, dan koneksi
      antar-VLAN tertentu menjadi tidak berjalan.
  2. Perbaikan VLAN
    Biasanya tindakan preventif dan solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada switch adalah:
    • 1) Pastikan grounding listrik pada sistem kelistrikan sesuai dengan Standar yang berlaku. Grounding yang kurang bagus adalah musuh bagi semua peralatan listrik, terutama perangkat-perangkat jaringan seperti switch
    • 2) Pastikan kualitas dan beban koneksi yang dipikul oleh switch tidak boleh melampui kemampuan switch, biasanya ini tergantung pada struktur jaringan. Struktur jaringan dan penempatan jenis switch turut membantu meningkatkan dan menjaga kinerja switch.
    • 3) Suhu ruangan di mana switch ditempatkan harus cukup dingin, sehingga membuat switch tidak kepanasan dan gampung hang.
    • 4) Sesekali switch yang direset, dimatikan beberapa saat lalu dinyalakan kembali
    • 5) Cek koneksi kabel dan juga konektor kabel, pastikan dalam kondisi yang baik dan tidak rusak atau mengalami short karena tergigit tikus.
    • 6) Apabila memungkinkan, sumber listrik untuk switch dilengkapi juga dengan UPS.

B. Teknik Konfigurasi Ulang VLAN

C. Prosedur Pengecekan Hasil Perbaikan VLAN


Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan dan konektivitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal, yakni:

  1. Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak.
  2. Memeriksa pemasangan konektor kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open.
  3. Pemasangan konektor tidak longgar.
  4. Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya, baik dari instalasi driver kartu jaringan, konfigurasi IP address, subnet mask, dan workgroup yang digunakan.
    Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar, maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektivitas jaringan.

D. Prosedur pembuatan laporan perbaikan VLAN

Gambar percobaan dan peralatan dalam membuat laporan perbaikan VLAN.

  1. Gambar Percobaan

Gambar VLAN 1 switch

  1. Peralatan Percobaan
    Pada percobaan kali ini, peralatan yang dibutuhkan yaitu adalah sebagai berikut:
    • 1) 1 buah laptop / PC / Smartphone
    • 2) Cisco Packet Tracer.
    • 3) 1 buah modul praktik.
  2. Langkah Percobaan
    Menghubungkan peralatan sesuai gambar percobaan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut ini:
    • 1) Buka program Cisco Packet Tracer.
    • 2) Klik gambar switch pada tool peralatan di sebelah kanan layar.
      Pilihlah salah satu switch pada kotak pilihan. Pada percobaan kali ini, menggunakan switch 2950-24.
    • 3) Pilihlan gambar end devices untuk memilih perangkat akhir setelah switch. Dalam percobaan kali ini menggunakan PC-PT (komputer).
    • 4) Pilihlah gambar connection, untuk memilih media untuk menghubungkan PC dengan switch Pada percobaan kali ini, menggunakan kabel straight through untuk menghubungkan PC dengan switch.

Konfigurasi mengikuti data sebagai berikut :

PC Siswa = Siswa 1 : Port 1 , Siswa 2 : Part 2
PC Guru = Guru 1 : Port 7 , Guru 2 : Port 8
PC Wakasek = Wakasek 1 : Port 13 , Wakasek 2 : Port 14
PC Tata Usaha = Staff 1 : Port 19 , Staff 2 : Port 20

  1. Memberi IP Address pada Setiap PC

Memberikan IP pada PC di packet tracer dapat dilakukan pada menu PC. Untuk membuka menu PC dapat dilakukan dengan : Tab

Dekstop> IP Configuration. Berikut komposisi IP pada percobaan :

Net ID : 192.168.10.0/24
Net Mask : 255.255.255.0

PC Siswa
Siswa 1 : 192.168.10.2/24 , Siswa 2 : 192.168.10.3/24

PC Guru
Guru 1 : 192.168.10.4/24 , Guru 2 : 192.168.10.5/24

PC Wakasek
Wakasek 1 : 192.168.10.6/24 , Wakasek 2 : 192.168.10.7/24

PC Tata Usaha
Staff 1 : 192.168.10.8/24 , Staff 2 : 192.168.10.9/24

  1. Melakukan Pengujian dengan Ping Sebelum VLAN Diaktifkan

Peroses pingdapat dilakukan pada terminal Command Prompt PC. Guna membuka Comand Prompt, caranya adalah buka menu PC > Tab Dekstop > Command Prompt.

PC Siswa 1 ke PC Guru 1

PC Siswa 2 ke PC Guru 1

PC Guru 1 ke PC Staff 1

  1. Mengaktifkan VLAN

Guna mengaktifkan VLAN pada percobaan ini, dapnt dilakukan dengan CLI (Command Line). Pengaturannya dapat menggunakan console IOS commad line interface. Data percobaan sebagai berikut:

Tabel Data percobaan

VLANDescription
100Siswa
200Guru
300Wakasek
400Staff

a. Daftarkan port 1,2,3,4,5, dan 6 ke dalam VLAN 100,
b. Daftarkan port 7, 8, 9, 10, 11, dan 12 ke dalam VLAN 200.
c. Daftarkan port 13, 14, 15, 16, 17, dan 18 ke dalam VLAN 300.
d. Daftarkan port 19, 20, 21, 22, 23, dan 24 ke dalam VLAN 400.

Berikut adalah langkah-langkahnya :

1) Mengonfigurasi VLAN adalah sebagai berikut :

Switch> enable
Switch #config terminal
Switch(config)#vlan 100
Switch(config-vlan)#name Siswa
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 200
Switch(config-vlan)#name Guru
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 300
Switch(config-vlan)#name Wakasek
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 400
Switch(config-vlan)#name Staff
Switch(config-vlan)#end

2) Mendaftarkan port pada VLAN :

Switch > enable
Switch #config terminal
Switch(config)#int range fa0/1-fa0/6
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 100
Switch(config-if-range)#exit
Switch(config)#int range fa0/7-fa0/12
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 200
Switch(config-if-range)#exit
Switch(config)#int range fa0/13-fa0/18
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 300
Switch(config-if-range)#exit
Switch(config)#int range fa0/19-fa0/24
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 400
Switch(config-if-range)#exit
Switch(config)#end
Switch#

3) Pengecekan pembuatan : Switch# show vlan brief

  1. Melakukan Pengujian dengan Ping Setelah VLAN Diaktifkan
    Proses ping dapat dilakukan pada Command Prompt PC. Guna membuka Command Prompt, caranya adalah buka menu PC > Tab Dekstop > Command Prompt.

Proses penge-ping-an dilakukan dari PC Siswa 1 adalah:

1) Ke PC Guru 1 :

2) Ke PC Wakasek 1 :

3) Ke PC Staff 1 :

Analisa Data
Data hasil ping antar-PC sebelum VLAN diaktifkan Berdasarkan data hasil percobaan, dapat dianalisa, yaitu :

  • 1) Proses ping dapat berjalan dengan lancar tanpa Request Time Out dari host tujuan ping. Hal ini disebabkan karena belum adanya konfigurasi VLAN pada switch yang digunakan.
  • 2) Time ms pada proses pengepingan merupakan waktu yang diperlukan hingga paket pengepingan dapat sampai pada host tujuan. Semakin besar waktu, maka semakin lambat koneksi jaringan kepada host yang menjadi tujuan. Hal ini disebabkan oleh jarak device.

Data hasil ping antar-PC sesudah VLAN diaktifkan
Berdasarkan data hasil percobaan, ada beberapa hal yang dapat dianalisa yaitu :

  • 1) Proses ping terjadi kegagalan. Hal ini disebabkan karena ping dilakukan antara host yang berbeda VLAN. Apabila proses dilakukan untuk host dengan VLAN yang sama, maka proses pengepingan akan berhasil.
  • 2) Request Time Out merupakan kegagalan dalam proses pengepingan. Pada percobaan kali ini karena terjadi perbedaan VLAN.

Kesimpulan

  1. Teknologi VLAN (Virtual Local Area Norward) bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet. VLAN adalah kelompok device dalam sebuah LAN yang dikonfigurasi (menggunakan software manajemen) sehingga mereka dapat saling berkomunikasi asalkan dihubungkan dengan jaringan yang sama walaupun secara fisikal mereka berada pada segmen LAN yang berbeda.
  2. Mode port switch antara lain sebagai berikut:
    • Statis VLAN
      Port switch yang dikonfigurasikan secara manual pada setiap port-nya.
    • Dinamis VLAN
      Kennggotaan port VLAN dikonfigurasi menggunakan server khusus yang dinamakan VLAN Membership Polley Server(VMPS), Server ini akan memberikan konfgurasi secara dinamis berdasarkan MAC address yang terentat pode database switch, tetapi cara ini tidak luas digunakan.
    • Voice VLAN
      Port yang dikonfigurasi menjadi mode voice. Jadi, port tersebut dapat digunakan menggunakan IP phone. Sebelum mengonfigurasikan, pertama harus mengonfigurasikan VLAN voice terlebih dahulu dan baru VLAN data. Cara tersebut untuk memastikan bahwa traffic untuk port voice benar-benar traffic voice saja.
  1. Kegunaan Normal Range VLAN (1-1005) adalah sebagai berikut:
    • Digunakan untuk jaringan skala kecil dan menengah
    • Nomor ID 1002 s.d. 1005 dicadangkan untuk Token Ring dan FDDI VLAN
    • ID 1, 1002 – 1005 secara default sudah ada dan tidak dapat dihilangkan
    • Konfigurasi disimpan di dalam file database VLAN, yaitu vlan.dat. File ini disimpan dalam memori flash milkik switch
    • VLAN Trunking Protocol (VTP), yang membantu manajemn VLAN, hanya dapat bekerja pada normal range VLAN dan menyimpannya dalam file database VLAN.
  1. IEEE 802.1Q atau VLAN tagging, adalah sebuah jaringan yang ditulis oleh standar IEEE 802.1 mengizinkan beberapa workgroup bridge jaringan untuk berbagi transparan link jaringan fisik yang sama tanpa kebocoran informasi antara jaringan.
  2. Dynamic VLAN membership berupa dynamie VLAN, lawan dari static VLAN, yang tidak memerlukan administrator jaringan secara manual menetapkan setiap switchport VLAN tertentu.
  3. Satu VLAN adalah satu broadast domain, sehingga satu buah komputer di sebuah VLAN tidak dapat terkoneksi dengan komputer yang berbeda VLAN Kemudian, agar komputer yang berbeda VLAN dapat terkoneksi, maka dibutuhkan perangkat layer 3 yaitu router.
  4. ACL (Axess Control List) merupakan metode selektivitas terhadap paket data yang akan dikirimkan pada alamat yang dituju.
  5. Fungsi dari Access Control List adalah sebagai berikut :
    • Membatasi trafik jaringan untuk meningkatkan kinerja jaringan.
    • Mengatur jalur trafik, salah satu contohnya adalah menghentikan routing update jika tidak diperlukan untuk menghemat bandwith.
    • Pengontrolan daeralt klien untuk mendapatkan akses jaringan.
    • Dapat memberikan hak akses keamanan dalam jaringan.
    • Memutuskan atau mem-block trafik melalui interface router.
  1. VLAN frame tagging adalah teknologi yang digunakan untuk mengidentifikasi kepemilikan paket pada suatu VLAN. Frame tag VLAN ditempatkan pada frame ketika mencapai switch dari suatu access port, yang mana adalah keanggotaan VLAN. Apabila switch memiliki trunk port, frame dapat di-forward keluar dari switch melalui port yang dikonfigurasi menjadi port trunk.
  2. Cara kerja switch dapat dikatakan sebagai multiport bridge karena mempunyai collosion domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer atau router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan.

Itulah pembahasan seputar Permasalahan dan Perbaikan Konfigurasi VLAN pada mata pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan, semoga bermanfaat dan menjadi bahan referensi buat pasleners yang sedang belajar VLAN. Sampai jumpa di pembahasan dan materi-materi berikutnya dari kami. Terimakasih.

Leave a Reply

%d bloggers like this: