121 Kata Kata Bijak Ali Bin Abi Thalib Tentang Cinta

  • Share

Paslen.com – Kepirbadian Ali dikenal sangat sopan dan cerdas. Rasulullah bahkan memberi julukan Ali bin Abi Thalib pintu gerbang pengetahuan Islam. Ali bin Abi Thalib adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi khulafaur rasyidin terakhir atau pemimpin Islam setelah Rasulullah meninggal dunia. Ali adalah khalifah keempat atau yang terakhir.

Ali bin Abi Thalib merupakan sepupu Rasulullah SAW. Ayah Ali, yaitu Abu Thalib adalah paman Rasulullah. Ali yang bernama asli Haydar ini lahir di Makkah pada 13 Rajab, 10 tahun sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul. Sejak lahir, Ali telah ikut dan diasuh oleh Rasulullah. Sosok Ali sudah hadir dan menjadi penghibur bagi Muhammad yang saat itu tidak memiliki anak laki-laki. Nabi Muhammad SAW jugalah yang menyematkan nama Ali padanya. itu adalah sedikit kita mengenal ali bin abi thalib sahabat nabi, ali bin abi thalib juga memiliki kata kata bijak tentang cinta dan kehidupan.

Mengambil sebuah keputusan dalam hidup, tentu perlu dipertimbangkan secara matang. Kalau kamu terlalu gegabah, bisa jadi malah membawa kita ke arah yang salah. Nah, oleh karena itu perlu adanya motivasi yang bisa menuntun kita untuk mengambil keputusan yang bijak. Ali bin Abi Thalib, adalah salah satu sosok yang bisa menjadi motivatormu dalam permasalahan kehidupan.

Sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai sosok yang bijak dalam memberikan petuah. Tokoh yang menjadi pemeluk Islam pertama ini juga memiliki kata-kata bijak yang bisa kamu jadikan sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan. Berikut 121 Kata Kata Bijak Ali Bin Abi Thalib Tentang Cinta yang bisa kamu share.

121 Kata Kata Bijak Ali Bin Abi Thalib Tentang Cinta

  1. “Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini.”
  2. “Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.”
  3. “Barang siapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya.”
  4. “Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya.”
  5. “Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik.”
  6. “Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta dan rasa hormat.”
  7. “Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik.”
  8. “Apabila akal tidak sempurna maka kurangilah berbicara.”
  9. “Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah ke dalamnya sebab ketakutan menghadapinya lebih menganggu daripada sesuatu yang kau takuti sendiri.”
  10. “Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu.”
  11. “Telanlah amarahmu sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis dan lebih lezat daripada itu.”
  12. “Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya.”
  13. “Jangan membenci siapapun, tidak peduli berapa banyak mereka bersalah padamu.”
  14. “Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai kapan pun dia tidak akan menjadi orang berani.”
  15. “Orang yang berdoa tanpa beramal sama halnya seperti pemanah tanpa busur.”
  16. “Adakalanya yang sedikit lebih berkah daripada yang banyak.”
  17. “Kesempatan datang bagai awan berlalu. Pergunakanlah ketika ia nampak di hadapanmu.”
  18. “Menjaga air muka adalah hiasan bagi orang miskin, sebagaimana syukur adalah hiasan bagi orang kaya.”
  19. “Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.”
  20. “Tetaplah berhubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, dan ampuni yang bersalah padamu.”
  21. “Sebagian obat justru menjadi penyebab datangnya penyakit, sebagaimana sesuatu yang menyakitkan adakalanya menjadi obat penyembuh.”
  22. “Memuji seseorang lebih daripada yang ia berhak menerimanya sama saja menjilatnya. Tetapi melalaikan pujian bagi orang yang berhak menerimanya menunjukkan kebodohan dan kedengkian.”
  23. “Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih.”
  24. “Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.”
  25. “Memaafkan adalah kemenangan terbaik.”
  26. “Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.”
  27. “Kesucian hati nurani seseorang sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.”
  28. “Orang yang hanya berfikir bagi kepentingan perutnya sahaja maka harga dirinya serupa dengan apa yang keluar dari isi perutnya.”
  29. “Pekerjaan tangan yang paling sederhana sekalipun demi mempertahankan harga diri seseorang, jauh lebih utama daripada kekayaan yang disertai penyelewengan.”
  30. “Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.”
  31. “Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya.”
  32. “Hiduplah dengan rendah hati, tidak peduli seberapa kekayaanmu.”
  33. “Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat-tempat yang mencurigakan janganlah ia menyalahkan orang lain yang berburuk sangka kepadanya.”
  34. “Jangan sekali-kali merasa malu memberi walaupun sedikit, sebab tidak memberi sama sekali pasti lebih sedikit nilainya.”
  35. “Berikanlah banyak, meskipun menerima sedikit.”
  36. “Sisihkan gelombang-gelombang kerisauan dengan kekuatan kesabaran dan keyakinan.”
  37. “Ketulusan seseorang sesuai dengan kadar kemanusiaannya.”
  38. “Keberanian seseorang sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat.”
  39. “Sifat pemarah adalah musuh utama akal.”
  40. “Pergunjingan adalah puncak kemampuan orang-orang yang lemah.”
  41. “Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu.”
  42. “Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik.”
  43. “Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.”
  44. “Jangan menganggap diamnya seseorang sebagai sikap sombongnya, bisa jadi dia sedang sibuk bertengkar dengan dirinya sendiri.”
  45. “Jangan melibatkan hatimu dalam kesedihan atas masa lalu atau kamu tidak akan siap untuk apa yang akan datang.”
  46. “Tetaplah berhubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, dan ampuni yang bersalah padamu.”
  47. “Sebagian obat justru menjadi penyebab datangnya penyakit, sebagaimana sesuatu yang menyakitkan adakalanya menjadi obat penyembuh .”
  48. “Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih.”
  49. “Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya.”
  50. “Jadilah seperti bunga yang memberikan keharuman bahkan kepada tangan yang telah merusaknya.”
  51. “Tubuh dibersihkan dengan air. Jiwa dibersihkan dengan air mata. Akal dibersihkan dengan pengetahuan. Dan jiwa dibersihkan dengan cinta.”
  52. “Telanlah amarahmu sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis dan lebih lezat daripada itu.”
  53. “Jangan pernah membuat keputusan dalam kemarahan dan jangan pernah membuat janji dalam kebahagiaan.”
  54. “Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi, karena diamnya orang-orang baik.”
  55. “Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta dan rasa hormat.”
  56. “Bergaulah dengan cara yang mengundang ratap-tangis orang bila kau meninggal dunia, dan tariklah simpati mereka selama engkau hidup bersama mereka.”
  57. “Janganlah engkau menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak akan membutuhkannya. Dan yang membencimu tidak akan mempercayainya.”
  58. “Jagalah hubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, maafkan orang yang telah berbuat salah padamu, dan jangan pernah berhenti mendoakan hal-hal baik untuk orang yang kamu sayangi.”
  59. “Tak ada ketenangan untuk orang-orang yang dengki, tak ada pula cinta di antara orang-orang yang berakhlak buruk.”
  60. “Hati manusia itu seperti hewan buas. Mereka akan mendekatkan diri pada orang-orang yang dicintai dan telah mendidik mereka.”
  61. “Penyakit hati akan lebih buruk daripada penyakit yang dirasakan tubuh.”
  62. “Lebih mudah mengubah gunung menjadi debu daripada menanamkan cinta di hati yang dipenuhi dengan kebencian.”
  63. “Ada dua cara untuk menjalani hidup yang menyenangkan, entah itu di dalam hati seseorang ataukah dalam doa seseorang.”
  64. “Berikan perhatian dan bersikap baiklah kepada istrimu. Dia adalah bunga yang lembut, bukan budak rumah tanggamu.”
  65. “Ada kalanya perang terjadi karena satu kalimat, dan ada kalanya pula cinta tertanam karena pandangan sekilas.”
  66. “Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia.”
  67. “Barangsiapa mencintai sesuatu secara berlebihan, maka sesuatu itu akan membutakan penglihatannya dan membuat hatinya menjadi sakit.”
  68. “Aku mencintaimu, maka dari itu aku menasihatimu.”
  69. “Cinta itu tak dapat dinanti, ambil dia dengan penuh keberanian atau lepaskan dia dengan penuh keridhoan.”
  70. “Cintailah yang kamu cintai secukupnya dan jangan berlebihan, karena siapa tahu pada suatu hari dia akan menjadi orang yang membenci dan dibenci dirimu.”
  71. “Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.”
  72. “Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta dan rasa hormat.”
  73. “Apa yang menjadi milikmu, akan menemukanmu.”
  74. “Sesungguhnya wanita sanggup menyembunyikan cinta selama empat puluh tahun, namun tidak sanggup menyembunyikan kebencian walau hanya sesaat.”
  75. “Tetaplah berhubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, dan ampuni yang bersalah padamu.”
  76. “Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih.”
  77. “Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, karena mungkin saja kecantikannya akan membinasakannya. Dan jangan pula kalian menikahi wanita karena hartanya, karena mungkin saja hartanya akan menjadikannya bersikap sewenang-wenang. Akan tetapi, nikahilah wanita itu karena agamanya.”
  78. “Tubuh dibersihkan dengan air. Jiwa dibersihkan dengan air mata. Akal dibersihkan dengan pengetahuan. Dan jiwa dibersihkan dengan cinta.”
  79. “Yakinlah ada sesuatu yang menantimu setelah banyak kesabaran (yang kau jalani), yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit.”
  80. “Kusimpan cintaku dalam diam, kulisankan harapanku dalam doa, kuperjuangkan dirimu dalam Ridho-Nya.”
  81. “Jangan berhenti berdoa untuk yang terbaik bagi orang yang kau cintai.”
  82. “Tidak ada yang lebih menyakiti hati daripada dosa.”
  83. “Ucapan itu seperti obat, dosis kecilnya bisa menyembuhkan tapi jika berlebihan bisa membunuh.”
  84. “Berhentilah membahas apa yang tidak kamu ketahui dan membicarakan tentang apa yang tidak menjadi perhatianmu.”
  85. “Jangan gunakan ketajaman kata-katamu pada ibumu yang mengajarimu cara berbicara.”
  86. “Sabar sesaat saja di saat marah akan menyelamatkan kita dari ribuan penyesalan.”
  87. “Lebih baik diam sampai engkau diminta untuk berbicara, daripada engkau terus berbicara sampai diminta untuk diam.”
  88. “Jangan melihat siapa yang bicara tapi lihatlah apa yang dibicarakannya.”
  89. “Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu.”
  90. “Dua jenis manusia yang tak akan merasa kenyang selama-lamanya: pencari ilmu dan pencari harta.”
  91. “Sifat pemarah adalah musuh utama akal.”
  92. “Ikatlah ilmu dengan menulis.”
  93. “Betapa terhormatnya ilmu, karena orang yang tidak memilikinya mengatakan bahwa dia memiliki ilmu. dan betapa tidak terhormatnya kebodohan, karena orang yang memilikinya mengatakan bahwa dia tidak bodoh.”
  94. “Jangan merasa kesepian berada di atas jalan kebenaran hanya karena sedikitnya orang yang berada di sana.”
  95. “Banyak permasalahan pelik yang berhasil diselesaikan dengan sikap bermurah hati.”
  96. “Ada dua cara untuk menjalani hidup yang menyenangkan, entah itu di dalam hati seseorang ataukah dalam doa seseorang.”
  97. “Kehidupan ini tidak lain hanyalah seperti bayangan awan, mimpinya seorang yang tertidur.”
  98. “Jangan katakan pada Allah ‘aku punya masalah besar’, tetapi katakan pada masalah bahwa ‘aku punya Allah Yang Maha besar’.”
  99. “Orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya dan menjadi kapten untuk bahtera kehidupannya.”
  100. “Balas dendam terbaik adalah dengan menjadikan dirimu lebih baik.”
  101. “Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup. Dan yang paling pahit ialah berharap pada manusia.”
  102. “Tubuh dibersihkan dengan air. Jiwa dibersihkan dengan air mata. Akal dibersihkan dengan pengetahuan. Dan jiwa dibersihkan dengan cinta.”
  103. “Ucapan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yang diwarisi dari nenek moyang.”
  104. “Jadilah manusia yang baik dalam pandangan Allah. Jadilah manusia yang buruk dalam pandangan sendiri. Jadilah manusia yang biasa dalam pandangan orang lain.”
  105. “Jangan menasihati orang bodoh, karena dia akan membencimu. Nasihatilah orang yang berakal, karena dia akan mencintaimu.”
  106. “Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit.”
  107. “Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi maka senangilah apa yang terjadi.”
  108. “Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu.”
  109. “Saat aku kehilangan harapan dan rencana, tolong ingatkan aku bahwa cinta-Mu jauh lebih besar daripada kekecewaanku, dan rencana yang Engkau siapkan untuk hidupku jauh lebih baik daripada impianku.”
  110. “Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu setelah sekian banyak kesabaran yang kau jalani, yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit.”
  111. “Jangan katakan pada Allah ‘aku punya masalah besar’, tetapi katakan pada masalah bahwa ‘aku punya Allah Yang Maha Besar’. “
  112. “Seseorang yang putus asa melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, tetapi orang yang optimis melihat peluang dalam setiap kesulitan.”
  113. “Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya.”
  114. “Apabila kau jatuh miskin, berdaganglah dengan Allah, yaitu dengan cara memperbanyak sedekah.”
  115. “Memaafkan adalah kemenangan terbaik.”
  116. Jangan menginginkan persahabatan orang yang tak menginginkannya darimu.”
  117. Lunakkan sikapmu terhadap saudaramu yang bersikap kasar. Yang demikian itu pasti akan memperlunak sikapnya terhadapmu.”
  118. “Seorang yang benar-benar kawan karib ialah yang menjaga kepentinganmu dikala engkau sedang berada jauh darinya.”
  119. “Angan menjadikan musuh saudaramu sebagai kawanmu sehingga dengan begitu engkau telah memusuhi saudaramu sendiri.”

Baca Juga
121 Kata Kata Bijak Puitis Khalil Gibran Yang Menyentuh
121 Kata Kata Bijak Yang Bikin Semangat dan Menginsfirasi
121 Kata Kata Bijak Dalam Hubungan Percintaan Yang Menyentuh Perasaan
99 Kata Kata Bijak Isalm Untuk Diri Sendiri

Diatas adalah kata-kata bijak yang bisa kamu jadikan sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan. Berikut 121 Kata Kata Bijak Ali Bin Abi Thalib Tentang Cinta yang bisa kamu share. ***

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: