Ragam  

Adab Ketika Berpuasa di Bulan Ramadan

Paslen.com Ketika berpuasa ada adab dan etika yang pelu di pahami oleh kita segai muslim dan muslimah yang selalu meningkatkan value iman dan takwa kita untuk menjalankan ibadah yang diperintahkan Alloh swt kepada kita sekalu umatnya. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus saja, sudah di tulis sebelumnya bahwa puasa ini melibatkan semuanya, menjaga hawa nafsu, menjaga pikiran tetap positif, menghidupkan jiwa dengan penuh dzikr dan melindungi indra dari penglihatan yang tidak baik, mencegah mululut berkata yang tidak baik dan telinga mendengarkan yang tidak bermanfaat dan menjauhkan dari perbuatan maksiat.

Hal ini tersebut dijelakan ileh imam besar mesjid istqlal yaitu prof nassarudin umar, ” Berpuasa itu bukan hanya tidak makan dan minum akan tetapi harus berpuasa bagaimana mulut kita ini juga berpuasa supaya jangan ngerumpi dan jangan biarkan mulut ini membicarakan aib orang lain, jangan berbohong dan jangan menghujat orang lain.

Ada adab dan etika yang harus kita ketahui ketika sedang menjalankan puasa , agar puasa kita lebih berkualitas dan tidak berkurang pahalnya, dan mudah mudahan ini sebagai awal kebiasaan baik yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari sehari setelah bulan ramadan meninggalkan kita.

Berikut adalah Adab Ketika Berpuasa di Bulan Ramadan

1. Sahur di Akhir Waktu

Untuk menyiapkan enargi berpuasa seharian kita perlu menyaiapkan asupan makan dengan makanan yang baik dan pastinya dengan memastikan gizi dan proteinya yang cukup, dengan memenuhi protein harian insyaallah puasa kita kuat samapi magrib, dan oleh sebab itu frend, jangan samapi meninggalkan sahur yah. Jangan berlebihan saat makan sahur apalagi sampai ngantuk dan tertidur hingga melewatkan solat subuh, Apalagi terdapat keberkahan dalam waktu sahur dan betapa baiknya alloh swt yang menjadikan sahur di pengujung waktu itu sebagai keutamaan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu sebagai berikut:

بَكِّرُوْا بِالإفْطَارِ، وَأَخِّرُوْا السَّحُوْرَ

Artinya:“Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.”

Sementara untuk makanan sahur sebaik-baiknya adalah kurma. Sahur merupakan pembeda kita ummat muslim dengan ahli Kitab. “Dan sebaik-baik makanan sahur adalah kurma”. (HR. Abu Dawud, no. 2345) .

2. Segerakan Berbuka

Berbukalah dengan bebera tegukan air mineral dan di lanjut dengan memakan 3 butir kurma sesuai dengan sunah nabi, jangan berbuka dengan yang manis manis dulu yang frend. Seleteh memakan kurma lalu ambil wudu dan bisa dilanjut solat magrib berjamaah dan setelah itu baru berbuka dengan hidangan yang ada jangan berlebihan dan ingat jangan terlalu kenyang nanti ngantuk dan tertidur atau tidak nyaman ketika soalat isya dan traweh. Untuk berbuka dianjurkan disegerakan berbuka rasululloh saw bersabda :
“orang-orang senantiasa tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka”. (HR. Bukhari, jilid 4, hal 198).

Rasulullah Saw biasa berbuka dengan melakukan sholat, dengan makan beberapa biji kurma mengkal atau kurma matang, dan beberapa teguk air minum (HR. Tirmidzi, jilid 3, hal 79). Sunahnya memakan kurma terlebih dahulu dengan mengucapkan bismillah barulah meminum air. Dan membaca

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah. (HR. Abu Dawud, jilid 2, hal 765) .

3. Hindari Pembicaraan yang Sia Sia

Yang membatalakn puasa adalah makan dan minum, namun sejatinya banyak makna dalam menjalankan ibadah puasa juga misalnya tentang menahan hawa nafsu dan melawan hawa nafsu ini diartikan sebagai melawan peperangan di medan perang, Usahakanlah untuk menghindari perbuatan yang membuat perteengkatan dan bila ada yang hendak mnyerang atau memaki katakanlah jika frend sedang berpuasa, karna rasulallah saw bersabda “dan jika seseorang menyerangnya atau memakinya maka hedaklah ia menghindari perbuatan tersebut, dan berkata” aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa.” (HR.Bukhari No,1894)

5. Tidak Makan Berlebihan

Sebagai mana dari yang sudah dibahas yaitu harus bisa menahan hawa nasfu supaya tidak berlebihan dalam kondisi apapun, cukup dengan apa yang sudah di ajarkan dan disunahkan supaya kita berbuka dengan meminum air mineral dan dilanjut dengan 3 butir kurma. Jangan semua makanan dicicipi dan membuat kita kenyang berlebihan. Rasulullah bersabda bahwa ” tidak ada bencana dipenuhi oleh manusia yang lebih buruk dari pada perutnya” . (HR. Tarmizi, No 2380). Frends usakan mengkonsumsi dan memkan makanan yang cukup jangan menuruti hawa nafsu. Sebaiknya kita juga berhenti sebelum kenyang.

Baca Juga :
Tips Selalu Sehat Bugar Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

6. Suka Berbagi dan Dermawan

Aktifitas yang sering kita lakukan sehari hari itu adalah salah satu kita suka berbagi canda dan tawa, dan salah satu yang dianjurkan saat berpuasa adalah mempebanyak alaman ibadah jariyah, salah satu ibadah yang frend dapat lakukan adalah memberi give makanan yang kita masak atau takjil yang banyak kita beli dan memang kita siapkan untuk tetangga dan sodara sodara kita dan berbagi satu sama lain dengan muslim dan muslimah dengan berniatan ibadah kepada alloh swt dan supaya menjadi kebiasaan yang baik nantinya.

Rosululloh bersada “sesungguhnya di surga itu ada kamar-kamar yang bagian dari luarnya terlihat dari dalam, dan bagian luarnya tampak dari luar, yang disediakan oleh orang-orang yang memberi makan, memperlembut pembicaraan, senang berpuasa dan sholat di malam hari diwaktu manusia tertidur pulas”. (HR. Ahmad, jilid 5, hal 343).

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata, “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling pemurah dalam kebaikan dan beliau akan lebih dermawan (dari hari-hari biasanya) pada bulan Ramadhan, ketika Jibril datang menemuinya dan adalah Jibril selalu datang menemuinya setiap malam dari malam-malam bulan Ramadhan, hingga Ramadhan selesai, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan al-Qur-an kepada Jibril. Dan di saat ia bertemu Jibril beliau lebih pemurah (lembut) dari angin yang berhembus dengan lembut.” [Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari I/30, no. 6), Shahiih Muslim (IV/1803, no. 2308)].

Insya Allah ada kamar-kamar yang disediakan di surga untuk merka yang memberi makan orang lain. semoga bermanfaat frend