3 Strategi Bisnis yang Layak Dicoba di 2021

  • Share

Paslen.com – Kali ini akan berbicara strategi bisnis yang layak dicoba. Strategi ini diperoleh ketika sedang menempuh pendidikan ditingkat SLTA dari seorang Guru yang memberikan motivasi untuk para siswanya agar bisa berpenghasilan walau masih sekolah. Strategi ini bernama 3B, yaitu BODOL, BOTOL dan BOBOL. Sekilas ini seperti candaan BUKAN? Namun apabila paseleners sudah mengetahui dan mencoba salah satu strategi ini, bisa jadi ini adalah peluang bisnis yang baik untuk kedepannya.

Tanpa perlu berbasa-basi lagi yuk kita bahas satu persatu, jangan sampai terlewatkan ya.

Yang pertama adalah si BODOL, ini adalah kepanjangan dari Bisnis Optimis Dana Orang Lain (BODOL). Strategi ini diperuntukan atau bisa dicoba buat kita yang memiliki kemampuan (Skill) dibidang Usaha, namun kekurangan modal, maka kita bisa gunakan strategi ini untuk mencari investor atau teman yang memiliki dana untuk berinvestasi pada usaha yang kita miliki. Dimana nantinya kita bisa menggunakan sistem bagi hasil dan persentase sesuai kesepakatan diawal.

Yang berikutnya si BOTOL, ini adalah kepanjangan dari Bisnis Optimis Tenaga Orang Lain (BOTOL). Strategi ini, bisa dicoba bagi kita yang memiliki Dana Lebih namun terbatas Skill atau waktu. Misal kalian adalah seorang pekerja atau karyawan diperusahaan yang tidak memiliki waktu yang banyak diluar, karena keseharian nya yang harus tetap berada dikantor atau kita yang kurang kemampuan dalam bidang bisnis (usaha).

Maka strategi BOTOL ini bisa kalian gunakan sebagai alternatif, dengan mempercayakan Dana kita kepada Orang Lain untuk digunakan sebagai bisnis (usaha), ya bisa dikatakan kita sebagai investornya (strategi ini kebalikannya dari BODOL). Tentunya kita harus mencari orang yang kita percaya untuk menjalankan dan mengelola bisnis (usaha) ini, tetap harus berhati-hati memilih patner, jangan asal saja ya. Untuk sistemnya bisa kalian tentukan sendiri sesuai kesepakatan dan keinginan kalian sebagai pemilik modal. Entah itu sistem penggajian ataupun sistem bagi hasil pemilik modal dan pengelola, intinya bikin saja kesepakatannya, yang penting kan win win solution (saling menguntungkan).

Dan sampailah ke strategi yang terakhir si BOBOL, ini adalah kepanjangan dari Bisnis Optimis Bisnis Orang Lain. Biasanya strategi bisnis yang satu ini adalah sebagai alternatif bagi yang tidak memiliki dana dan skill yang tidak terlalu ahli atau bisa dikatakan tidak punya skill sama sekali. Karena strategi ini juga admin pernah mempraktekan dan bahkan masih suka dilakukan sampai saat ini. Mengapa demikian? Karena strategi yang satu ini cukup mudah dan tidak membutuhkan modal yang gede. Asal ada kemauan dan action disertai doa, strategi ini cukup berhasil dan bisa menjadi pilihan.

Modal terbesar pada strategi ini adalah kita bisa ngomong atau berani memulai pembicaraan menawarkan prodak orang lain, baik barang ataupun jasa. Karena pada strategi ini kita memanfaatkan bisnis orang lain maka kita cukup mengenal produk kepada calon pembeli (konsumen) bahasa ngetrend nya ya kita bisa dikatan marketing atau bisa juga sebagai reseller.

Sebagai contoh Si A adalah pengusaha Keripik Kaca berbagai varian Rasa (PikCa) sedangkan Si B tidak memiliki usaha sama sekali, bahkan si B tidak punya modal dan tidak memiliki kemampuan di bidang usaha ditambah si B masih menempuh pendidikan di Sekolah. Si B berkeinginan memiliki penghasilan untuk membantu kedua orang tuanya, ya minimal dia bisa punya uang saku sendiri, agar tidak terlalu membebani orang tuanya.

Pada suatu kesempatan si A lagi berjualan PikCa disekitar tempat tinggal si B dan si B melihat apa yang sedang dilakukan si A, ternyata jualan si A cukup laris juga pada saat itu, karena kebetulan diarea tempat tinggal si B lagi ada kegiatan jalan santai. Dari situ si B berpikir untuk menggunakan strategi BOBOL dengan mencoba menjual kepada teman-temannya disekolah.

Akhirnya si B menghampiri si A dan terjadilah perbincangan antara mereka, yang intinya si B mengutarakan maksud dan keinginannya serta menanyakan bersediakah kalau saya coba bantu jual disekolah kepada teman-temannya. Tentunya si A juga menyambut baik keinginan si B dan itu juga sekaligus menjadi peluang bagus buat bisnis si A kedepannya. Dan terjalinlah kerjasama dan kesepakatan diantara keduanya.

Keesokan harinya si B mulai membawa keripik Kaca milik si A ke sekolah untuk ditawarkan kepada teman-temannya, pada awalnya si B malu dan ga berani mengatakan kepada teman-temannya bahwa dia menjual PikCa. Apabila si B tetap menyimpan PikCa didalam tas nya dan tidak berbicara apapun kepada teman-temannya, apakah akan laku si PikCa nya? Tentunya tidak akan pernah laku, kalau orang lain tidak mengetahui si B menjual PikCa.

Si B sambil agak malu-malu akhirnya memberanikan diri ngomong walau sambil bisik-bisik ke teman sebangkunya bahwa dia menjual PikCa yang ia simpan di tasnya, nah sekarang si C itu teman sebangkunya si B sudah tahu, ketika si C sudah tau ada dua kemungkinan dia akan membeli atau tidak membeli, katakan saja si C beli satu tentu teman yang lainnya juga melihat dan ada kemungkinan juga untuk membeli dan tidak.

Apalagi kalau si C sudah mencoba PikCa nya dan rasanya juga cukup enak dinikmati, pasti si C akan ngomong dan merekomendasikan ke yang lainnya terus terjadi lah iklan dari mulut ke mulut. Jualan si B pun laris manis tiap harinya, bukan teman sekalasnya saja yang beli dari kelas lain pun pada beli, bahkan bapak/ibu guru juga pada beli. Akhirnya si B terkenal disekolahnya sebagai penjual PikCa dan dia selalu menyetorkan hasil penjualan ke si A, dan si B mendapat penghasilan dari hasil jualan produk milik si A dengan berbagi keuntungan yang telah disepakati sebelumnya.

Semakin lama si B semakin terbiasa berjualan, bahkan bukan hanya offline, kini ia mencoba memasarkan PikCa nya melalui media sosial dan online di marketplace dan laris manis juga PikCa yang iya pasaran lewat online, kini ia semakin nyaman dan enak menjalani bisnisnya dan ia pun sudah lulus dari SMK dan berencana melanjutkan kuliah dan tetap menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.

Dari kisah si A dan si B di atas bisa ditarik kesimpulan, bahwasanya untuk memulai usaha tidak harus kita memiliki modal besar, yang penting ada kemauan dan action pasti akan selalu ada jalan keluarnya. Seperti si B tadi yang tidak punya modal dan skill yang hebat, dia mampu memiliki penghasilan dengan menjual produk milik si A dan berbagi keuntungan dari penjualan tersebut.

Intinya apapun bisnis dan usaha yang sedang dijalani baik barang ataupun jasa, kita harus berani memperkenalkan bisnis dan usaha yang kita jalani, ya minimal orang harus mengetahui produk yang kita jual atau kita pasakan. Karena ketika orang tahu bisnis (usaha) kita, akan ada dua kemungkinan mereka akan membeli atau tidak, bahkan bisa saja menjadi rekomendasi buat temen-temen, saudara atau keluarganya. Beda halnya kalau orang tidak tahu produk kita, dan kita tidak memberitahukan produk kita, sampai kapan pun tidak akan pernah laku.

Baca Juga :

Ide Bisnis Online Bisa Dikerjaakan Dirumah Terbaru

So jangan pernah malu untuk memulai dan mencoba sesuatu apalagi gengsi, ingat gengsi tidak akan pernah bisa merubah hidup kita jauh lebih bergengsi…. Hehe… Maka dari itu, yuk mulai dari sekarang kita gunakan salah satu atau semuanya juga gpp, strategi diatas untuk membangun kerajaan bisnis kalian masing-masing. Semoga bermanfaat dan menjadi motivasi buat kedepannya. Salam sukses buat pasleners dimanapun berada. Sampai jumpa di pembahasan dan informasi-informasi berikutnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: