Makna Puasa Mengakrabi Allah Swt dan Menyucikan Jiwa

  • Share

Paslen.com- Hai pasleners Adapun maknanya secara istilah adalah,”Ibadah kepada Allah ta’ala yang disertai niat, dengan menahan diri dari makan, minum dan seluruh pembatal puasa, sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, yang dilakukan oleh orang yang tertentu dengan syarat-syarat yang tertentu.” Makna Puasa (shaum) secara bahasa berarti menahan.

dengan berpuasa seorang telah melakukan tindakan mengakrabi allah swt. hal ini dapat kita lihat dalam sebuah hadist qudsi yang populer dimana allah swt menyebutdengan gamblang bahwa amal puasa yang dilakukan seorang mukmin adalah untuk-nya, bukan untuk yang lain. allah swt berfirman ;

“bagi mereka sendirilah amal yang dikerjakan anak cucu adam, kecuali puasa. sesungguhnya puasa itu untuk-ku. Dan aku sendirilah yang akan memberi balasannya ” hadis qudsi, riwayat abu hurairah).

Baca Juga : Hukum Puasa Ramadhan Adalah Fardu a’in

Apa itu taqwa?

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, arti dasar dari “taqwa” adalah menaati Allah SWT dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Senantiasa mengingat Allah SWT serta bersyukur kepada-Nya tanpa ada pengingkaran di dalamnya. Mengutip Imam Nawawi, taqwa adalah ‘’menaati perintah dan larangan-Nya’’. Atau dalam bahasa Imam Al Jurjani: ‘’Taqwa yaitu menjaga diri dari pekerjaan yang mengakibatkan siksa, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya.’’

Bagi seorang muslim, ketaqwaan menjadi sesuatu yang sangat penting, karena taqwa menjadi ukuran kehormatan seseorang di hadapan Allah SWT Sebagaimana firmanNya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah SWT ialah orang yang paling taqwa diantarakamu. Sesungguhnya Allah SWT Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS al-Hujurat: 13).

Ayat ke-177 Surat Al Baqarah merinci setidaknya 17 ciri orang yang bertaqwa. Lima yang pertama adalah aspek keyakinan atau aqidah (Beriman kepada Allah, Hari Kiamat, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, Nabi-nabi). Empat lainnya amalan fardhiyah (shalat, sabar dalam penderitaan, sabar dalam peperangan), sedangkan 8 berikutnya berupa amalan sosial (berinfak kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir, peminta-minta, hamba sahaya, menunaikan zakat, dan menepati janji)

Baca Juga : Manfaat Puasa Ramadhan Menurut Dalil Al-Qur’an & Hadis Nabi

Ketaqwaan yang dinyatakan dalam bentuk amal perbuatan jasmaniah yang dapat disaksikan secara lahiriah merupakan perwujudan keimanan seseorang kepada Allah SWT. Iman yang terdapat di dalam dada diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan jasmaniah. Oleh sebab itu, kata taqwa di dalam Al-Qur’an sering dihubungkan dengan kata iman. Orang-orang yang bertaqwa diberi berbagai kelebihan oleh Allah SWT, tidak hanya ketika mereka di akhirat nanti, tetapi juga ketika mereka berada di dunia ini. Setiap kesulitan yang dihadapinya akan dimudahkan segala urusannya, dilimpahkan kepadanya berkah dari langit dan bumi, dianugerahi petunjuk untuk dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil dan diampuni segala kesalahannya dan dihapus segala dosanya.

Salah satu hikmah dibulan suci ramadhan adalah dapat meningkatkan ketaqwaan seorang hamba kepada Allah SWT. Menjalankan ibadah puasa adalah hal yang wajib, seperti yang tertera dalam ayat Al-Quran berikut ini;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqkwa. (QS. Al Baqarah: 183).

Ayat diatas menunjukkan salah satu hikmah puasa di bulan suci ramadhan agar umat Islam dapat menggapai derajat taqwa yang mulia. Ketika melaksanakan ibadah puasa, berarti umat Islam telah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya. Hal ini adalah pengertian taqwa. Bentuk taqwa dalam ibadah puasa dapat dilihat dari hal-hal berikut;

Orang yang melaksanakan ibadah puasa akan meninggalkan setiap larangan seperti makan, minum, berjima dengan istri dan sebagainya. Berpuasa di bulan suci ramadhan berarti mengontrol hawa nafsunya, sesuai dengan perintah Allah SWT. Hal ini dilakukan demi mendekatkan diri pada Allah SWT dan mendapatkan pahala dari-Nya.

Baca Juga : Inilah Syarat Sah Wajib Puasa dan Rukun Puasa 2021

Orang yang melaksanakan ibadah puasa sebenarnya mampu untuk melakukan segala kesenangan duniawi yang dilarang selama sedang puasa. Namun, karena menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui, maka ia menekan segala keinginan itu secara sadar dan ikhlas. Orang yang melaksanakan ibadah puasa juga akan merasa senang melakukan berbagai amalan yang menunjukkan ketaatan. Dan ketaatan adalah jalan menggapai taqwa.

Demikian artikel singkat ini, semoga kita semua menjadi orang yang bertaqwa seperti diinginkan Allah, Sang Pencipta kita, aamiin. ****Semoga bermanfaat

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *