Cara Mengatasi Anak Demam (Sakit Panas) di Rumah

  • Share

Paslen.com – Kesehatan adalah hal yang penting dan utama dalam kehidupan ini, karena dengan kondisi sehat kita mampu melakukan berbagai aktivitas dengan nyaman. Berbeda ketika kita dalam kondisi sakit, segala aktivitas pasti terasa tidak nyaman, untuk makanpun menjadi hilang selera. Begitupula pada anak, ketika anak tiba-tiba demam, kita sebagai orangtua akan khawatir, sehingga pasti akan berusaha mengatasi agar demam anak segera turun dan kembali normal.

Demam Pada Anak

Demam pada anak adalah peningkatan suhu tubuh anak secara sementara, sering disebabkan oleh penyakit. Kondisi ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh anak.

Oleh karena itu, demam pada bayi dan anak dianggap sebagai respons normal terhadap berbagai penyakit infeksi yang merupakan kondisi paling umum. Jika suhu anak lebih tinggi dari 38 derajat celcius, si kecil pasti mengalami memiliki demam.

Menurut Stanford Children’s Health, demam bukan merupakan penyakit, tapi gejala atau tanda bahwa tubuh anak sedang berjuang melawan penyakit atau infeksi.

Demam merangsang pertahanan tubuh, mengirimkan sel darah putih dan sel “pejuang” lainnya untuk melawan dan menghancurkan penyebab infeksi.

Gejala yang terjadi apabila anak Demam

Demam pada anak mungkin membuat tidak nyaman ketika suhu tubuh naik. Diikuti dengan kenaikan suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius, gejala kondisi ini adalah:

  • Anak tidak aktif dan banyak bicara seperti biasa
  • Anak mungkin tidak merasa lapar atau haus
  • Anak merasa tubuhnya hangat atau panas

Pada anak yang sehat, tidak semua demam harus diatasi. Namun, demam tinggi dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan menciptakan masalah buruk, seperti dehidrasi.

Demam mungkin tidak terlalu serius jika anak masih:

  • Tertarik untuk bermain
  • Makan dan minum dengan baik
  • Merespon dan tersenyum
  • Punya warna kulit yang normal
  • Terlihat baik-baik saja ketika suhu tubuhnya perlahan menurun.
  • Bayi demam naik turun dalam waktu kurang dari 5 hari.
  • Suhu tubuh bayi kurang dari 39 derajat celcius jika bayi berusia 3 bulan hingga 3 tahun.
  • Demam tidak tinggi sebagai efek samping imunisasi.

Demam karena imunisasi biasa terjadi pada bayi dan akan berlangsung kurang dari 48 jam.

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila orangtua memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, segera konsultasi dengan dokter.

Suhu normal anak adalah 36,5 – 37,5° C, dan dapat dianggap mengalami demam ketika suhunya meningkat sampai lebih dari 38°C. Demam pada anak dapat disebabkan oleh banyak hal, namun bukan berarti harus langsung ditangani dengan obat.

Penyebab Anak Demam

Demam merupakan mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi. Munculnya demam pada anak menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang bekerja untuk memerangi flu atau infeksi lain.

Demam terjadi ketika otak memberi perintah untuk meningkatkan suhu tubuh. Hal ini diperlukan guna mengarahkan sel-sel darah putih melawan virus dan bakteri yang mengganggu tubuh.

Ada beberapa penyebab demam tinggi pada anak yang perlu diketahui, yaitu:

  • Infeksi
    Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa demam merupakan tanda sistem kekebalan tubuh anak dalam melawan infeksi. Infeksi yang sering kali menjadi penyebab anak menderita demam tinggi adalah infeksi akibat bakteri dan virus.Penyakit infeksi yang dapat menyebabkan demam tinggi pada anak, antara lain adalah flu, roseola, radang amandel, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), infeksi ginjal, infeksi saluran kemih (ISK), cacar air, dan batuk rejan.
  • Pakaian dan suhu lingkungan
    Tidak hanya infeksi, demam juga bisa menyerang anak jika dia terlalu lama beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas. Demam juga dapat terjadi ketika anak menggunakan baju yang terlalu tebal. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi, terutama bayi baru lahir. Dianjurkan untuk memakaikan bayi pakaian tebal hanya jika suhu udara memang dingin.
  • Efek imunisasi
    Sebagian anak dan bayi juga dapat mengalami demam setelah imunisasi. Biasanya demam yang dialami tergolong ringan. Tanyakanlah kepada dokter yang memberikan imunisasi, mengenai penanganan yang mungkin dibutuhkan bila anak demam setelah imunisasi.
  • Pertumbuhan Gigi
    Terkadang pertumbuhan gigi anak bisa menajadi penyebab anak demam, namun tidak perlu terlalu khawatir karena biasanya suhu anak tidak lebih dari 37,8 derajat celcius.

Baca Juga : Inilah 5 Cara Pertolongan Pertama pada Anak Demam (Sakit Panas)

Bagaimana saya dapat membantu mengatasi demam pada anak?

Tidak semua demam membutuhkan pertolongan khusus. Dalam kebanyakan kasus, sebuah demam harus mendapat perawatan hanya jika anak mengalami rasa tidak nyaman. Obat demam diberikan bila anak mengalami suhu tinggi selama tiga hari berturut-turut.

Jika anak didiagnosis memiliki bakteri meningitis, dokter biasanya minta anak dirawat di rumah sakit. Kemudian, diberikan obat demam berupa acetaminophen atau ibuprofen untuk menurunkan suhu tubuh anak.

Anak bayi berusia di bawah dua bulan tidak diperbolehkan diberikan obat untuk demam tanpa pemeriksaan dokter. Jika anak punya masalah kesehatan, pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan obat yang terbaik.

Hal yang perlu diingat, obat demam bisa menurunkan suhu tubuh sementara, tapi tidak akan mengembalikan suhu anak menjadi normal. Obat itu juga tidak akan meredakan penyebab dari demam.

Dehidrasi dapat terjadi selama demam pada anak-anak. Untuk mengatasi hal ini, anak dapat menerima cairan oral atau cairan intravena (IV). Jika seorang anak muntah, maka obat untuk mengontrol mual dapat diberikan melalui suntikan atau supositoria rektal.

Cara Mengatasi Demam Tinggi pada Anak

Ketika demam terjadi, cairan tubuh akan lebih cepat menguap, sehingga meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi. Maka dari itu, hal penting yang harus dilakukan pertama kali saat mengatasi demam tinggi pada anak adalah mencukupi kebutuhan cairannya.

Pastikan anak minum air putih yang cukup, supaya tubuhnya tetap terhidrasi. Selain itu, usahakan agar ia mengonsumsi makanan yang bergizi dan kandungan airnya tinggi, seperti buah-buahan atau sup. Pada bayi, cukupi asupan cairan dengan memberinya lebih banyak air susu ibu (ASI) atau susu formula.

Selain mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan, ada beberapa cara lain yang juga dapat dilakukan untuk mengatasi demam tinggi pada anak di rumah, di antaranya:

  • Pastikan suhu ruangan tetap sejuk untuk membuat anak merasa nyaman.
  • Selimuti anak dengan kain yang tipis (gunakan pakaian tipis) dan buka jendela agar sirkulasi udara lebih lancar dan suhu ruangan terasa lebih sejuk.
  • Kompres dengan Air Hangat, letakkan handuk kecil yang dibasahi air hangat di dahi anak sebagai kompres. Tidak disarankan menggunakan air dingin untuk mengompres, karena bisa meningkatkan suhu tubuh dan membuat anak menggigil.
  • Perbanyak istirahat dan jangan dulu pergi ke luar rumah.
  • Mandi air hangat, walau anak sedang demam, namun anak harus tetap mandi atau hanya di lap. Mandi air hangat bersuhu 29,4-32,2 derajat celcius dapat membantu mengatasi demam anak. Air hangat yang mengenai kulit anak ketika mandi akan membantu mendinginkan tubuh dan membuat suhu tubuh anak sedikit menurun (1-2 derajat celcius selama 30-45 menit).
  • Makan yang banyak, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak saat demam. Semakin tinggi demam anak, maka semakin besar pula kebutuhan gizi anak. Biarkan anak makan berbagai makanan yang ia sukai. Intinya, agar anak mempunyai selera untuk makan.

    Biasanya nafsu makan anak berkurang saat ia demam, dan hal inilah justru yang dapat memperlambat kesembuhan anak. Tawarkan berbagai menu makanan anak, tapi jangan paksa anak jika ia tidak ingin memakannya. Jika ia lapar, pasti ia akan mencari makanan.

    Pada prinsipnya, saat anak mengalami demam, buatlah kondisi senyaman mungkin untuk mencegah anak menggigil atau kepanasan. Meski demam tinggi tidak selalu menandakan adanya penyakit serius, namun orang tua sebaiknya tetap waspada.

Kapan saya harus membawa anak ke dokter?

Anak dengan suhu tubuh lebih rendah dari 38,9 derajat celcius biasanya tidak membutuhkan pertolongan medis, namun ada pengecualian penting dalam demam pada anak, yaitu:

  • Bayi demam lebih dari 5 hari.
  • Demam lebih tinggi dari 40 derajat celcius.
  • Demam tidak turun-turun selama beberapa waktu.
  • Bayi mengalami penurunan nafsu makan dan menjadi sangat rewel serta lesu.
  • Mengalami berbagai gejala lain seperti diare, muntah, dan sembelit.
  • Terlihat lemah dan tidak bertenaga.
  • Wajah pucat pasi.
  • Susah makan atau minum.
  • Gelisah dan rewel.
  • Mengalami penurunan kesadaran.
  • Mengalami kejang (step).

Baca Juga : Inilah Cara Alami Mengatasi Anak Demam (Panas), Batuk, Pilek (Flu)

Demam yang ringan pun dapat menjadi tanda infeksi serius pada bayi dan anak. Anak memiliki masalah medis yang kompleks atau menggunakan resep obat secara berkepanjangan.

Tips Lainnya Cara Menurunkan Anak Demam Alami Tanpa Obat-obatan

1. Jaga anak agar tetap terhidrasi dengan baik

Demam menyebabkan peningkatan tingkat metabolisme yang menyebabkan tubuh kehilangan cairan dengan cepat. Lebih baik berikan anak banyak cairan seperti air putih, teh herbal, sup, kaldu, bahkan buah yang dihancurkan untuk menghindarinya dari potensi dehidrasi. Hindari minuman mengandung kafein.

2. Pastikan anak Anda tidak mengenakan pakaian yang membuatnya kepanasan

Lebih baik kurangi pakaian seperti jaket dan gunakan pakaian yang sejuk untuk memungkinkan panas dalam tubuhnya keluar.

3. Gosok tubuhnya menggunakan air hangat untuk menurunkan demam

Jangan menggosoknya menggunakan air dingin, karena ini akan menyebabkan pembuluh darahnya mengerut sehingga panas dalam tubuh lebih sulit keluar.

4. Dorong anak untuk istirahat dan tidur

Ketika anak aktif, tubuhnya menghasilkan panas lebih banyak sehingga demamnya sulit turun. Istirahat memungkinkan tubuh untuk melawan infeksi.

5. Berikan teh herbal

teh herbal jenis Elderflower akan membuatnya berkeringat lebih cepat sehingga panas cepat turun. Kemudian teh peppermint bisa juga menurunkan demam, dan yarrow bisa melakukan keduanya.

6. Asam jawa

Asam jawa bisa mendinginkan atau mengurangi dan mencegah demam (antipiretik). Berikan anak Anda minuman sari asam jawa untuk membantu menurunkan demam. Selain itu Anda juga dapat membuat teh dengan asam jawa dan gunakan pada bak mandi anak, merendamnya dalam air asam jawa akan membantu mengurangi demam.

7. Teh jahe

Teh ini sangat membantu anak jika ia merasa dingin dan memiliki tangan serta kaki yang dingin. Jahe akan memicu keluarnya keringat saat demam, sehingga sangat membantu dalam mengendalikan demamnya.

8. Vitamin C

Vitamin C bersifat anti peradangan dan dapat membantu mengurangi demam dari infeksi ringan.

9. Bawang putih mentah

Beri anak Anda bawang putih mentah untuk dimakan, atau jika anak kesulitan memakannya secara mentah, Anda bisa memberikan kapsul bawang putih yang dilarutkan dalam air atau supnya. Bawang putih memiliki sifat anti bakteri dan anti virus yang dapat membantu turunkan demam.

10. ‘Echinacea’ dan ‘goldenseal’

Tanaman obat herbal ini dapat melawan infeksi serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Itulah cara yang bisa dilakukan bunda (orangtua) untuk membantu menurunkan demam pada anak. Semoga bermanfaat buat para bunda dalam mengatasi anaknya yang terkena demam. Silakan boleh bagikan informasi ini juga kepada orang lain apabila dirasa bermanfaat. Sampai jumpa di pembahasan dan artikel-artikel berikutnya dari kami ya.

Artikel Lainnya :

Mengatasi Anak Sakit Panas ala TQN Suryalaya Sirnarasa
Inilah Makanan dan Minuman Penambah Imun Tubuh
Inilah Makanan Bergizi Untuk Ibu Hamil
Apakah Boleh Ibu Hamil Makan Mie Instan dan Amanakah Untuk janin?
Berapa Kali Ibu Hamil Boleh Makan Mie Instan ?
Tips Meningkatkan Imunitas Dengan Liburan
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: